
15 November 2024
UPT Pengembangan Bahasa IAIN Palopo, bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, sukses menyelenggarakan kegiatan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) selama dua hari, pada tanggal 12-13. Program ini dirancang untuk memperluas wawasan peserta tentang pengajaran bahasa Indonesia kepada penutur asing sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke tingkat internasional.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Masruddin, S.S., M.Hum, menegaskan pentingnya penguasaan metode pengajaran BIPA untuk mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia.
Sementara itu, Kepala UPT Pengembangan Bahasa IAIN Palopo, Dr. Jufriadi, S.S., M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana pembelajaran bahasa, tetapi juga sebagai jembatan untuk memperkuat hubungan antarbangsa. “Bahasa adalah kunci utama untuk membangun komunikasi yang baik dan mendalam. Melalui program BIPA ini, kami berharap dapat mempromosikan bahasa Indonesia sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kita kepada dunia,” ujarnya.
Acara ini turut melibatkan dosen, mahasiswa IAIN Palopo, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi lainnya. Yang membuat kegiatan ini semakin menarik adalah kehadiran mahasiswa asing dari Thailand dan Timor Leste yang aktif berpartisipasi dalam rangkaian acara. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen IAIN Palopo dalam mendukung interaksi lintas budaya dan memperluas jaringan pendidikan internasional.
Untuk memperkaya program, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Andi Herlina, S.S., M.Pd., Ketua KKLP BIPA Provinsi Sulawesi Selatan, dan Nurlela Jum, S.Pd., M.Pd., Direktur Bolasugi Makassar. Keduanya memberikan materi yang komprehensif terkait metode dan pendekatan pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing.
Adapun kegiatan Pada hari pertama, peserta menerima materi teori yang berfokus pada bagaimana menjadi pengajar BIPA yang kompeten. Kemudian Hari kedua diisi dengan sesi microteaching yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan keterampilan mengajar. Peserta diminta menyusun rencana pembelajaran, menyampaikan materi secara langsung kepada audiens, dan menerima evaluasi konstruktif dari narasumber. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mengajar di lingkungan beragam budaya.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengajaran bahasa, tetapi juga mempromosikan bahasa Indonesia sebagai alat diplomasi budaya. Sinergi antara UPT Pengembangan Bahasa IAIN Palopo dan Balai Bahasa Sulawesi Selatan menjadi bukti nyata upaya bersama dalam mendukung pengembangan bahasa Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Dengan keberhasilan program ini, diharapkan kegiatan BIPA di IAIN Palopo terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat hubungan antarbangsa melalui pendidikan dan budaya.



